KAMPURUI.com, BUTON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah, semua ini demi menekan laju inflasi. Sehingga harga komoditi yang dijual dalam kegiatan ini lebih murah dibandingkan pasaran.
“Operasi pasar murah ini untuk menekan laju inflasi, pengendalian harga dan stok barang kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula, cabai dan bawang. Ini merupakan kegiatan rutin yang sudah berjalan sejak 2023,” ujar Pj Bupati Buton, Drs La Ode Mustari M.Si, saat membuka Gerakan Pangan Murah(GPM) di baruga kelurahan Kambula-bulana, Pasarwajo, beberapa hari yang lalu.
Menurutnya, kegiatan pasar murah ini akan dilaksanakan secara rutin untuk menurunkan atau menekan laju inflasi di Buton. Selain itu, kegiatan ini juga guna meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Apalagi ini nanti akan berpengaruh pada inflasi. Kita masih akan menggelar beberapa kali lagi ke depannya untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.
Penjabat (Pj) Bupati Buton, Drs Mustari.,M.Si membuka kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra bekerja sama dengan Pemkab Buton, di Baruga Pasarwajo, Kecamatan Pasarwajo, Selasa (19/03/2024).
“Pasar murah ini diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, selain itu kedepan juga akan diselenggarakan kegiatan serupa (pasar murah) di Kabupaten Buton, jadi bukan satu kali masih beberapa kali lagi,”tegas kata
Mustari.
Acara ini merupakan program pemerintah yang sangat strategis dalam rangka menjaga stabilisasi harga. Apalagi beberapa bulan lalu tingkat inflasi di Buton mencapai 3,6 persen lebih sehingga Pemerintah Kabupaten berupaya untuk menstabilkan harga.
Biasanya menjelang hari besar lebaran Idul Fitri secara alami harga pasti akan naik maka Pemkab berupaya menstabilkan harga dengan membagi beras bantuan sosial kemasyarakat.
“Pemerintah pusat mengistruksikan seluruh kepala daerah agar menjaga inflasi. Selain persoalan inflasi ini, yang menjadi fokus kepala daerah secara nasional juga kemiskinan ekstrim, perlu di ketahui Baubau tertinggi inflasinya,”ujarnya.
Banyak sektor yang mempengaruhi inflasi semoga dengan digelarnya Gpm ini bisa mengimbangi harga apalagi akan disusul dengan pasar murah.
Sebagai pimpinan daerah dirinya berharap serta menyampaikan agar sedapat mungkin sesuai kapasitas bisa menjadi suplemen dan daya dorong dalam meminimalisir tingkat inflasi di daerah,”ujar Mustari.
Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Sultra yang menggelar GPM jelang lebaran dengan harga yang terjangkau untuk warga, diantaranya pada komoditas Beras SPHB, Premium, gula pasir, telur, bawang, cabe, minyak dan lainnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi melalui Kabidnya Hesti menyampaikan Permintaan maaf Kadis yang tidak sempat menghadiri kegiatan tersebut, dan menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Buton yang telah memfasilitasi Pemprov sehingga acara GPM dapat berjalan dengan baik.
“Ini kedua kalinya di Kabupaten Buton Insya Allah beberapa kegiatan lagi akan digelar untuk menghadapi Idul Fitri,”lanjutnya.
Kata dia GPM dalam rangka stabilisasi pasokan harga pangan jelang Ramadan,
Pemprov akan memfasilitasi pemenuhan bahan pangan serta menjaga daya beli disaat naiknya harga bahan bahan pokok strategis.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan tiga hari 19-21 maret 2024,”ujarnya lagi.
Barang yang di pasarkan diantaranya Beras SPHP 7 ton, Beras Premiun 1 ton,
Telur 300 rak, Minyak, Bawang putih dan merah dan lainnya.
Pantauan kami ratusan warga sejak pukul 15.00 WITA sudah memadati areal Baruga Pasarwajo. Pemkab menyiapkan 500 kupon untuk beras sementara barang lainnya dapat di beli warga tanpa kupon.
Untuk diketahui, hadir saat pembukaan Sekda Buton, Kajari, Kapolres Buton yang diwakili Kabag AKP Suwoto, Para kepala Dinas, Pj Ketua TP PKK Buton, Anggota Dharma Wanita Persatuan.
Amatan media ini, usai membuka GPM, Pemkab Buton Gelar Buka Puasa Bersama di Mesjid Nurul Yaqin Pasarwajo. Dilanjutkan dengan salat magrib bersama.












