ADVETORIAL

Bupati dan Wakil Bupati Buton Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

366
×

Bupati dan Wakil Bupati Buton Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Foto : Ist Ketgam : Terlihat Bupati dan Wakil Bupati Buton, didampingi Sekda dan Unsur Forkopimda serta pimpinan OPD terkait, saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi dan cuaca ekstrem secara daring.

KAMPURUI.com, BUTON – Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H. dan Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, S.T. mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H secara daring.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Media Center Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Persandian Kabupaten Buton, Pasarwajo, Senin pagi, (10/3/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Asnawi Jamaluddin, S.Pd., M.Si., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Buton Zablin, S.ST., unsur Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya kesiapan Pemerintah dalam menghadapi potensi dampak inflasi dan cuaca ekstrem, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “Kita perlu melakukan langkah-langkah, jangan membiarkan masyarakat bekerja sendiri, negara harus hadir. Kehadiran negara yang paling utama adalah mengetahui prediksi apa yang akan terjadi. Semakin akurat prediksi, semakin baik kita dalam mengantisipasi dan menekan dampaknya secara minimal,” ujarnya.

Mendagri juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, termasuk evakuasi jika diperlukan. Ia mencontohkan bahwa negara-negara maju mampu mengurangi jumlah korban bencana berkat prediksi yang akurat dan langkah mitigasi yang tepat.

Terkait kondisi inflasi nasional, Mendagri menyampaikan bahwa saat ini terjadi deflasi year-on-year sebesar -0,09%, yang merupakan salah satu tingkat penurunan terdalam. Ia menginstruksikan agar Perum Bulog menyerap hasil panen yang sedang meningkat, terutama pada puncaknya di bulan Maret dan April. “Dengan cadangan yang cukup hingga akhir tahun, kita tidak perlu melakukan impor,” tegasnya.

Melalui rakor ini, Pemkab Buton berkomitmen untuk menjalankan arahan pemerintah pusat guna menjaga stabilitas harga dan menghadapi potensi cuaca ekstrem, demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buton.

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali memimpin rapat koordinasi dalam rangka pembahasan langkah kongkrit pengendalian inflasi di daerah tahun 2025 bersama perwakilan pemerintah daerah se Indonesia secara virtual, Senin (10/03/25).

Selain membahas terkait inflasi, dalam rapat koordinasi tersebut sekaligus membahas mengenai antisipasi cuaca ekstrem pada periode Idul Fitri 1446 H.

Dalam arahannya, Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah berhasil menekan angka inflasi di wilayahnya masing-masing pada Bulan Ramadhan 2025, sehingga harga bahan pokok dapat terjaga.

Terlihat Sekda Buton Asnawi Jamaluddin, bersama kepala BPS Buton dan perwakilan Kodim 1413 Buton saat mengikuti Rakor pencegahan inflasi dan cuaca ekstrem secara daring.

“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada daerah yang mampu mengendalikan inflasi. Namun daerah yang masih tinggi mohon waspada,” katanya.

Mendagri melanjutkan, berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proxy inflasi pada Minggu pertama Bulan Maret 2025, IPH tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan Kabupaten/Kota yang IPHnya tinggi terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kota Tomohon, Kabupaten Lombok Tengah dan lainnya.

Oleh karena itu, untuk daerah yang inflasinya masih tinggi, dia meminta agar Pemda tetap waspada, dan segera melakukan rapat internal di daerah bagaimana upaya mengendalikan inflasi tersebut.

“Ini mungkin kami sarankan (untuk provinsi yang inflasinya tinggi) perlu ada rapat khusus mengenai inflasi, mengumpulkan bupati, wali kota, sekda, kepala dinas perdagangan untuk menginvestigasi penyebabnya.  Apa terjadi kenaikan terus. Perlu ada langkah (mengendalikan inflasi),” ujarnya

Kemudian, dalam kesempatan itu, Tito Karnavian juga mengimbau Pemda untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia jelang Idul Fitri 2025 mendatang.

Dia menerangkan, periode Maret-April dikenal sebagai masa transisi musim dari hujan ke kemarau (pancaroba). Sehingga karakteristik cuaca selama periode transisi ini adalah kejadian hujan lebat dalam durasi singkat yang disertai dengan angin kencang, serta adanya potensi angin puting beliung, atau bahkan hujan es.

“Perlu langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, perlu koordinasi yang baik,” sebutnya. (Adm)