DAERAH

Mengenal Pesta Adat dan Budaya Maata’ano Santa Desa lapodi

142
×

Mengenal Pesta Adat dan Budaya Maata’ano Santa Desa lapodi

Sebarkan artikel ini
Terlihat ratusan masyarakat lembaga adat/agama serta undangan dan masyarakat Desa Lapodi saat menghadiri ritual pesta adat tahunan (Maata'ano Santa) dihalaman baruga Desa Lapodi.
KAMPURUI.com, BUTON – Kurang lebih Ratusan Masyarakat Dusun Labahawa, Desa Lapodi, menggelar pesta adat tahunan Ma’taano Santa, di Baruga adat Desa Lapodi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu (siang), 21 September 2024.

 

Pesta adat yang digelar setahun sekali ini, mempunyai makna mendalam bagi masyarakat Lapodi dalam mengenang perjalanan panjang tradisi dan asal muasal terbentuknya Kampung Lapodi ini.

“Pesta adat ‘Ma’taano Santa’ ini adalah tradisi budaya warisan leluhur masyarakat Desa Lapodi yang telah berkembang dan dipraktekan sejak berabad abad lamanya,” Kata Mulir, S.Pd, dalam pembukaan laporan ketua panitianya.

Mulir menjelaskan masyarakat Desa Lapodi pada perayaan pesta adat tahunan (Maata’ano santa red) dimana dalam peradabannya masyarakat Laporo saat itu pada musim panas yang menjadi sumber pangan mereka kali itu hanyalah Umbi-umbian yang disebut dengan “Santa”.

Ia menjelaskan, adapun waktu dan tempat pelaksanaan dimulai 14 sampai 16 September 2024. Diawali dengan kegiatan vestival permainan tradisional dan pada 21 – 23 September merupakan puncak acara perayaan pesta adat masyarakat Labahawa yang bertempat dihalaman Baruga Labahawa serta pada 28 September akan dilaksanakan kegiatan Tauano Dhula atau Sunatan masal bertempat di SDN 67 Buton.

“Jadi kegiatan Siajg ini namanya Pesta Adat Ma’ataano Santa,” terangnya.

Sala satu maknanya adalah ajang silahturahmi antar sesama warga kampung, baik yang ada di daerah maupun yang ada di perantauan. Kita berkumpul, bermusyawarah, melakukan ritual adat, serta mendoakan kebaikan kebaikan kampung. Kita meminta kepada tuhan untuk di berikan keberkahan dan perlindungan untuk anak cucu baik yang ada di sini maupun yang sedang ada di perantauan.

Mulir, adapun tema perayaan pesta adat tahunan kali ini adalah “Kita Lestarikan Nilai Budaya Leluhur Demi Terciptanya Masyatakat Yang Rukun dan Damai”. Ini dikandung maksud bahwa saat ini, budaya warisan leluhur kita akan semakin hilang jika kita tidak jaga kelestariannya sehingga menciptakan masyarakat yang rukun dan damai.

Tidak luput juga dirinya mewakili panitia penyelenggara mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak yang telah membantu baik tenaga, pikiran hingga dalam bentuk bantuan dana demi suksesnya kegiatan ini. Serta juga ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir.

Sementara itu, di tempat yang sama, staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan Abdul Rais, SP mengatakan, Pesta adat ini adalah cerminan dan kekayaan budaya kita, para leluhur kita begitu luar biasa menciptakan satu tradisi ini, kita tidak hanya berkumpul saja, tapi juga melakukan ritual adat dimana di dalamnya mempunyai makna filosofis yang dalam.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Lapodi untuk merawat dan terus melestarikan adat dan budaya kita, terutama generasi muda untuk selalu mencintai budaya, serta memahami makna makna filosofis setiap prosesi ritual itu,” Ucapnya di hadapan masyarakat Desa Lapodi.

Karena dengan cara itu kita menghargai perjuangan para pendahulu kita.

Pesta adat yang di selenggarakan setiap tahun sekali ini bukan hanya sekedar seremonial saja tetapi mempererat tali silaturahmi di antara kita semua.

Jadi hari ini kita tidak hanya merayakan keberagaman budaya tetapi juga memperkuat tali persaudaraan, silaturahim dan gotong royong di antara kita.

“Karena itu mari kita jadikan momen ini sebagai tempat persatuan dan kesatuan antara kita, baik yang ada di kampung maupun yang sedang di perantauan,” pungkasnya.

Ritual adat tahunan ini di hadiri oleh Staf Ahli Bupati Buton Abdul Rais, anggota DPRD Buton terpilih, para Kepala OPD, mantan Bupati Buton Drs La Bakry, mantan Pj Bupati Buton Drs Basiran, Balon Bupati Buton Bere Ali, Balon Wakil Bupati Aris Marwan Saputra, H. Rasyid Manggura dan seluruh masyarakat Desa Lapodi