KAMPIRUI.com, BUTON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan korupsi gedung expo Buton.
Untuk perkembangan kasus penyidikan gedung expo, bahwa berdasarkan Sprindik kami tanggal 21 Agustus 2024 yang lalu, hingga saat ini kita dari tim oenyidik Kejaksaan Negeri Buton sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 21 orang baik dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Buton maupun pihak lain seperti rekanan dan lain-lainnya.
“Tim penyidik dari tindak pidana khusus sudah melakukan pemeriksaan para saksi sebanyak 21 saksi, 9 dari anggota PNS, sisanya diluar PNS,” kata Kasi Intel Kejari Buton, Norbertus Dhendy R.P, SH, MH ditemui di ruang kerjanya, beberapa hari yang lalu
Dari 21 saksi ini lanjut dia, kemungkinan masih bisa bertambah, sebab tim penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Dimana apabila masih ada data yang kurang atau kami butuhkan, maka kami akan menambah saksi lagi. Termasuk akan melakukan pemeriksaan saksi ahli untuk menghitung kerugian negara dalam pembangunan gedung Expo itu.
“Untuk saksi ahli maupun ahli teknik kami akan lakukan pemeriksaan. Namun pemeriksaan belum dijadwalkan artinya belum kami lakukan pemeriksaan. Nanti sudah matang pemeriksaan saksi, baru kita lanjutkan pemeriksaan ahli,” tegas kata Dhendy.
Saat ditanya awak media untuk penetapan tersangka, Lanjut Dhendy pihaknya dalam hal ini jajaran Kejari Buton tidak ingin gegabah dalam bertindak. Sebab terlebih dahulu kami butuh pertimbangan matang-matang dan harus ada petunjuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, karena kami adalah satu komando.
“Penetapan tersangka pasti harus ekspos dulu ke Kejati, itu wajib karena kami ini kerjanya satu komando kita harus ada petunjuk dari Kejati untuk menentukan tersangkanya, baru bisa di ekspos ke awak media,” jelasnya.
Dhendy mengungkapkan, dalam perkara korupsi gedung Expo ini pihaknya hanya melakukan pendalaman terkait dengan penganggaran pada tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019. Sedangkan pada tahun anggaran 2022, apabila dirasa perlu kita naikan juga maka kita akan ikut sertakan












