KAMPURUI.com, MUBAR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus memaksimalkan pelayanannya. Kali ini, mereka menjemput bola, turun langsung pelayanan ke masyarakat.
Sasaran pertamanya adalah Pulau Maginti.Desa Maginti, Kecamatan Maginti. Di sana, Disdukcapil Mubar menyasar sekolah-sekolah, mulai dari SD hingga SMP guna mengenjot perekaman Kartu Identitas Anak (KIA), Selasa (29/07/2025).
Selama dua hari di Pulau Maginti, Disdukcapil Mubar juga membuka pelayanan umum, seperti mengurusan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan berbagai dokumen kependudukan lainnya.
Kepala Disdukcapil Mubar melalui Sekretaris, Bahar Usgan, yang ikut mendampingi anggotanya ke Pulau Maginti mengungkapkan, program tersebut merupakan upaya Disdukcapil Mubar dalam menggejot perekaman KIA, serta mempermudah masyarakat yang tinggal di pulau dalam melakukan mengurusan administrasi kependudukan.
“Ini kita maksimalkan dulu yang KIA ini, beberapa hari yang lalu juga kita sudah turun perekaman KIA di sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Kedepannya, lanjut Bahar, pihaknya tidak hanya turun ke pulau-pulau, tetapi juga akan menjemput bola di beberapa Desa di wilayah daratan se Kabupaten Muna Barat.
Kehadiran Disdukcapil di Pulau Maginti mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tidak sedikit dari masyarakat langsung melakukan pengurusan dokumen kependudukan. Begitu pula siswa siswi SD, SMPN 1 Maginti dan SMAN 2 Maginti yang antusias melakukan perekaman KIA.
“Cuman yang menjadi kendala kita di sini (Pulau Maginti-red) adalah listrik, namun itu bukan menjadi halangan, alhamdulillah kita dibantu dengan genset dari Kepala SMAN 2 Maginti tadi,” tutur Bahar.
Di tempat yang sama, Kepala SMAN 2 Maginti, La Ode Mursaban Indi, mengapresiasi kunjungan Disdukcapil di sekolahnya yang sangat membantu dalam validasi data-data siswa yang bermasalah.
“Ketika saya ditelpon kemarin, sangat senang. Kami sangat rindukan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Mursaban mencontohkan, ada beberapa data siswa yang ganda, atau nama dan tanggal lahir yang salah, dengan adanya Disdukcapil, persoalan-persoalan tersebut dapat terselesaikan.
“Misalnya ada siswa yang datanya ganda, atau bermasalah di KK-nya misalnya, itu dengan adanya Capil di sini, semuanya bisa diselesaikan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi program dari Dinas Pendidikan, dimana sekolah-sekolah harus membangun sinergitas bersama instansi terkait dalam berbagai hal.
“Ini juga menjadi atensi kami, mengingat ini salah satu bentuk kerjasama atau sinergitas kami bersama instasi lain,” pungkasnya.












