DAERAH

Hargai Kearifan Lokal, Bupati dan Kapolres Buton Hadiri Tradisi “Weano Boba”

138
×

Hargai Kearifan Lokal, Bupati dan Kapolres Buton Hadiri Tradisi “Weano Boba”

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Terlihat Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra bersama Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha., S.IK saat menghadiri acara ritual pesta adat masyarakat Pasarwajo - Kambulabulana, Takimpo.

KAMPURUI.com, BUTON – Menjelang puncak acara Pesta Adat Pikoelaliwu, Takimpo-Kambulabulana-Pasarwajo, Rabu  malam, 12 November 2025, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, SH bersama Kapolres AKBP Ali Rais Ndraha, S.H., S.IK., M.M.Tr. menghadiri acara Tradisi “Weano Boba” yang bertempat di Rumah Adat (Baruga) Pasarwajo, Selasa siang, (11/11/2025).

Tradisi “Weano Boba” merupakan salah satu rangkaian Pesta Adat Pikoelaliwu masyarakat Kelurahan (Takimpo-Kambulabulana-Pasarwajo), yang menjadi momen masyarakat Pasarwajo memperlihatkan kepada generasi penerus. Tak heran, tidak sedikit masyarakat Pasarwajo, Kambulabulana dan Takimpo di perantauan pulang kampung untuk mengikuti tradisi adat di ibu kota Pasarwajo ini.

Pada ritual ini, anak-anak bayi/balita (anak pertama) yang telah melalui prosesi adat “Picundupia” di Pantai Wajo diantar dengan gendang ke Baruga untuk disarati oleh tetua adat. Lalu kemudian pihak keluarga/ orang tua sang anak memberi uang sebagai ungkapan syukur dan kebahagiaan mereka untuk pertama kalinya membawa anaknya masuk dalam baruga. Nantinya uang tersebut diberikan kepada anak-anak atau generasi muda yang memadati halaman baruga dengan cara melemparkan uang kertas atau uang koin untuk diperebutkan. Uang yang dilempar atau diperebutkan ini biasa dikenal dengan istilah “lelo uang” dalam bahasa setempat. 

Selain itu, orang tua atau tamu undangan juga memberi uang kepada para gadis penari di atas baruga yang dikenal dengan istilah Pasali kepada Tetua adat. Amatan di lapangan, tradisi adat dua tahunan ini banyak menyita perhatian dan berlangsung sangat meriah dan kondusif.

Bupati Alvin dan Kapolres nampak turut memberi “Pasali” atau ungkapan terima kasih dalam bentuk uang kepada para penari, tetua adat, para penabuh maupun anak-anak dengan cara “Lelo-lelo uang”.

Bupati Buton sangat mengapresiasi terlaksananya tradisi sakral “Weano Boba” yang telah diwariskan dan dipertahankan oleh masyarakat Takimpo-Kambulabulana-Pasarwajo sejak ratusan tahun yang lampau.

“Saya sangat mengapresiasi dan akan terus mendukung terpeliharanya kearifan lokal yang sangat unik ini dan saya sangat bangga sebagai Bupati maupun sebagai putra daerah Pasarwajo,” tutur orang nomor satu di bumi penghasil aspal. 

Bupati Alvin berharap pelaksanaan tradisi “Weano Boba” sudah selayaknya terus dipertahankan sebagai identitas masyarakat adat Takimpo-Pasarwajo-Kambulabulana, menjadi simbol warisan budaya yang menyatukan kita dalam silaturahmi, dan juga mengundang perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Buton.