KABAR BUTON

HAB ke-80 Kemenag Angkat Tema Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju

91
×

HAB ke-80 Kemenag Angkat Tema Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Terlihat Wakil Bupati Buton Syarifudin Sa'afa, S.T. dalam sambutannya dalam rangka HBA Ke - 80 Tahun 2026

KAMPURUI.com, BUTON – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton merayakan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80, Sabtu, 3 Januari 2026 yang dipusatkan di Kantor Kementerian Agama, Pasarwajo. Tema Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 tahun ini adalah Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.

Wakil Bupati Buton, Syarifudin Sa’afa, S.T. mewakili Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra., S.H. bertindak selaku Inspektur upacara (Irup) peringatan HAB membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia (RI).

Dimana dalam sambutannya, wakil Bupati Buton menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kementerian Agama yang telah melintasi berbagai fase sejarah Bangsa Inďonesia.

“Kementerian Agama terus eksis melintasi perjalanan sejarah bangsa, menghadapi berbagai tantangan, dan beradaptasi dengan dinamika zaman,” ujar Wakil Bupati Buton.

Dalam momentum peringatan HAB bertema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” itu, Wakil Bupati Buton menyampaikan kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif demi kemajuan bangsa.

Dirinya juga menekankan keberadaan Kementerian Agama merupakan kebutuhan nyata bagi Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Kemenag memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, adil, dan sejahtera.

“80 tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai penjaga nalar agama dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan peran yang semakin luas dan krusial,” kata Wakil Bupati.

Dia menyoroti berbagai capaian Kementerian Agama, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan antarumat beragama, pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dan wakaf, hingga transformasi digital layanan keagamaan.

“Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguatan kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati Buton mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus bertransformasi, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna menghadirkan pelayanan publik yang responsif, berempati, dan berintegritas.

“Dengan semangat umat rukun dan sinergi, Indonesia damai dan maju, marilah kita satukan tekad untuk terus mengabdi dan menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” pungkasnya.