KAMPURUI.com, BUTON – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Buton Syafaruddin., S.KM., M.KES menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) VI Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buton Tahun 2025. Acara yang betempat aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton, Sabtu (4/10/2025).
Dalam sambutannya Kadis Kesehatan mengatakan Muscab seperti ini bukanlah sekedar agenda rutin organisasi, dimana ini merupakan wadah penuh makna. Pertama, sebagai forum silaturahmi antar sejawat dokter.
Kedua, sebagai forum evaluasi dimana kita dapat menilai perjalanan oganisasi selama periode sebelumnya : apa yang telah berhasil dicapai dan apa yang perlu ditingkatkan. Dan Ketiga, sebagai forum strategis, guna menyusun rencana-rencana kedepan, memilih pemimpin baru yang amanah serta merumuskan program yang sejalan dengan kebutuhan profesi maupun kebutuhan masyarakat.

“Kita menyadari tantangan dunia kesehatan semakin hari semakin kompleks. Dimana penyakit menular seperti hipertensi, diabetes, kanker dan penyakit jantung seamkin meningkat. Sehingga penyakit menular masih menjadi ancaman mulai dari TBC, Malaria hingga DBD yang masih kerap muncul diwilayah kita, selain itu kesehatan Ibu dan anak, gizi balita serta masalah kesehatan jiwa juga menuntut perhatian serius, “ujar Syafauddin.
Ditambah lagi, lanjut Kadis Kesehatan masih ada masyarakat kita yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Serta disisi lain, kualitas layanan Rumah Sakit dan Pusksmas juga harus terus ditingkatkan, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana maupun mutu pelayanan.
Maka dari itu, disini saya menekankan IDI harus terua hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi yang menjaga marwah dokter, tetapi juga sebagai mitra strategis Pemda dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri dan produktif.
“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh dokter yang tetap setia melayani masyarakat Kepulauan Buton dengan segala keterbatasan fasilitas maupun medan yang sulit, “jelasnya.
Syafaruddin, Muscab kali ini hanya soal pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat tekad kita bersama. Olehnya itu saya berharap :
1. Pengurus IDI yang terpilih nantinya dapat menjadi mitra Pemerintah yang aktif dan berkontribusi nyata. Tidak hanya hadir sebagai tenaga medis yang mengobati pasien tetapi juga sebagai agen perubahan serta pendidik.
2. Lahir program-program nyata yang sesuai dengan kebutuhan daerah, seperti pelayanan kesehatan didaerah kepulauan, peningkatan kesadaran kesehatan baik fisik maupun mental dan edukasi gaya hidup sehat.
3. Semakin menguatkan persatuan profesi dokter, dengan menjunjung tinggi etika dan sumpah profesi serta menjaga mutu pelayanan. Ingatlah bahwa masyarakat menaruh kepercayaan besar kepada profesi dokter, sehingga kepercayaan itu harus kita jaga dengan amanah, integritas dan profesionalisme.
4. Menjalin kolaborasi yang baik bukan hanya dengan pemerintah daerah, namun juga dengan akademisi maupun lintas profesi kesehatan lainnya, karena kesehatan tidak bisa ditangani secara parsial.
Sebagai Kadis Kesehatan, saya memiliki visi agar masyarakat Buton bisa menikmati layanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Untuk itu, kami butuh dukungan IDI agar bisa menghadirkan layanan ksehatan yang lebih humanis dan berkeadilan. Olehnya itu, dengan penuh rasa syukur saya ucapkan selamat bermusyawarah semoga Muscab IDI Cabang Buton ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik dan melahirkan pengurus yang amanah, visioner dan peduli pada masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Ketua IDI Buton Periode 2021-2024 dr. Elwin., SP., Rad dalam sambutannya mengatakan hari ini bukan hanya sekedar pertemuan formal melainkan momentum kebersamaan refleksi dan momentum penyusunan langkah-langkah baru demi masa depan profesi dan kesehatan masyarakat di daerah kita.
Elwin, sebagaimana yang kita pahami Muscab merupakan organisasi tinggi tingkat cabang, dimana forum ini merupakan tempat bermusyawarah untuk menilai apa yang sudah kita lakukan, mengevaluasi apa yang belum optimal serta merancang program-program yang lebih baik untuk periode selanjutnya.
“Lebih dari itu, Muscab adalah simbol kebersamaan kita sebagai keluarga besar profesi dokter. Disini kita bertemu, berdiskusi dan berdebat secara sehat dan pada akhirnya mencapai mufakat dengan semangat persaudaraan, “jelas kata Ketua IDI Buton.
Sambungnya, maka Muscab ini adalah wujud kerja keras kita untuk menjaga marwah profesi sekaligus pengabdian kita kepada masyarakat. Karena saat ini tantangan profesi dokter semakin kompleks yaitu :
1. Perkembangan ilmu, intelijen dan tekhnologi kesehatan yang semakin berkembang pesat sehingga doktr dituntut untuk lebih adaptif dan tidak tertinggal.
2. Tuntutan masyarakat, dimana pasien kini lebih teliti, edukasi dan menuntut pelayanan yang tidak hanya cepat melainkan manusiawi.
3. Pemerataan tenaga kesehatan, dimana masih ada beberapa daerah terpencil dan tertinggal sehingga sulit dijangkau oleh dokter sehingga ini merupakan PR besar untuk kita bersama.
4. Kesejahteraan tenaga medis, dimana kita tahu masih banyak sejawat yang menghadapi tantangan dalam hal kesejahteraan dan perlindungan hukum.
5. Peran organisasi profesi, dengan perubahan regulasi kesehatan IDI dituntut untuk tetap menjaga marwah profesi sekaligus menjamin hubungan konstruktif dengan pemerintah.
Olehnya itu lanjutnya, semua tantangan ini bukan alasan kita untuk mundur melainkan cambuk bagi kita agar semakin kuat dan bersatu. Maka dari itu, dengan Muscab ini saya berharap kita dapat merumuskan beberapa strategis diantaranya :
* Penguatan organisasi
* Kepemimpinan yang fisiiner
* Program yang menyentuh masyarakat dan
* Pengembangan kompetensi sejawat.
Bagi saya pribadi, momentum Muscab ini terasa sangat istimewa, sebab melalui forum ini kepengurusan kita selama beberapa tahun akan segera berakhir dan estafet kepemimpinan selanjutnya akan kita serahkan kepada pemimpin yang baru.
Menjadi Ketua IDI Kabupaten Buton merupakan amanat besar, dimana saya telah dengan segala keterbatasan dan kemampuan dalam periode ini tidak berjalan mulus melainkan ada tantangan dan hambatan, namun semua ini bukan hanya hasil semata pribadi melainkan berkat kerjasama pengurus, para senior dan solidaritas sejawat semua. Oleh karena itu saya ucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya bagi kita semua.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Kadis Kesehatan Buton, Syafaruddin, Ketua dan pengurus IDI Cabang Buton periode 2021-2024, Plt Direktur RSUD Kabupaten Buton, Ketua PPNI Cabang Buton, Ketua IBI Cabang Buton dan seluruh Dokter serta bapak ibu tamu undangan.












