KAMPURUI.com, BUTON – Dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, Sulawesi Tenggara, menggelar atau melaksanakan kegiatan aksi bergizi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Buton, tepatnya di Desa Lapodi, Kecamatan Pasarwajo, Kamis (14/11/2024).
Pj Bupati Buton La Haruna, SP.,M.Si diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Buton Nanang Lakaungge, SKM, M.Si dalam sambutannya mengatakan rangkaian pelaksanaan aksi bergizi di sekolah biasanya diawali dengan aktivitas fisik dalam bentuk senam bersama, sarapan bersama menu makanan sehat, penyuluhan dan minum tablet tambah darah bagi remaja putri.

Pemberian tablet tambah sebenarnya, sambung Nanang Lakaungge, sudah menjadi kegiatan rutin kesehatan khususnya di sekolah. Namun karena kepatuhan siswi dalam konsumsi tablet tambah darah masih rendah yang menyebabkan tingginya penderita Anemia atau kurang darah yang berdampak pada tingginya Prevalensi Stunting.
“Sudah menjadi kegiatan rutin kesehatan kita pemberian tablet tambah darah di sekolah-sekolah. Namun dikarenakan kurangnya kepatuhan siswi dalam mengkonsumsinya, sehingga tingginya penderita Anemia sehingga berdampak tingginya Prevalensi Stunting di Buton,”tegas Nanang.
Lanjut Plt Kadis Pendidikan Buton ini, oleh karena itu untuk menurunkan Prevalensi Stunting maka dibutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak yang dikemas dalam bentuk kampanye dan gerakan “Aksi Bergizi”. Selain itu, jajaran Dinas Kesehatan Buton saat ini sedang menggagas inovasi aksi strategis pelayanan integrasi sekolah atau dikenal “Asyik School” bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.
“Kegiatan ini mengintegrasikan pelaksanaan upaya kesehatan di sekolah yang meliputi Pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan termasuk didalamnya kegiatan aksi bergizi serta pembinaan lingkungan sekolah sehat”jelasnya.

Olehnya itu, Pemkab Buton memberikan dukungan sepenuhnya pada kegiatan aksi bergizi dan Asyik School yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan anak sekolah dan mendorong terwujudnya sekolah sehat.
Saya berharap agar anak-anaku remaja putri melakukan gerakan pencegahan dan penurunan stunting salah satunya dengan taat dan patuh mengkonsumsi 1(satu) tablet tambah darah setiap minggunya agar anak sehat dan tidak Anemia sehingga Kabupaten Buton memiliki gerasi muda yang sehat dan cerdas.
Hal senada juga disampaikan Kadis Kesehatan Buton Syafaruddin, S.Km.,M.Kes dalam sambutannya mengatakan latar belakang lahirnya kegiatan Aksi Bergizi dan Asyik School ini antara lain sebagai berikut :

– masih tingginya stunting di Kabupaten Buton membutuhkan gerakan berkesinambungan
– Belum optimalnya pelayanan kesehatan di sekolah sehingga membutuhkan upaya terintegrasi untuk mengatasinya. Oleh karena itu Kadis Kesehatan Buton sebagai reformer implementasi proyek perubahan PKN II memilih “Aksi Strategis Pelayanan Integrasi Kesehatan Sekolah (Asyik School) sebagai kegiatan Proper PKN II
– Bahwa terdapat 5 (Lima) segmen dalam pencegahan stunting yaitu remaja putri, ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan balita
– Salah satu intervensi kepada remaja putri adalah pemberian tablet tambah darah melalui aksi bergizi dan
– Para murid yang mengalami Anemia atau kurang darah ditandai dengan gejala kulit dan wajah pucat, ini berdampak pada murid-murid tersebut akan mengalami letih lesu dan tidak bersemangat dalam memjalankan aktivitas belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajar serta mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh karena kurangnya suplai oksigen yang dibawa oleh HB darah keseluruh tubuh.
Adapun tujuan umum lanjut Syafaruddin adalah meningkatkan status kesehatan anak sekolah dan mendorong terwujudnya sekolah sehat. Adapun tujuan khususnya adalah meningkatkan literasi warga sekolah tentang pentingnya tablet tambah darah, olahraga/aktivitas visik dan konsumsi gizi seimbang melalui aksi bergizi, meningkatkan komitmen dan kolaborasi lintas sektor terkait dalam rangka penyelenggaraan “aksi bergizi dan asyik school” dan optimalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui kegiatan Pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
“Adapun metode pelaksanaannya adalah Kampanye dan Pergerakan,”jelas kata Safaruddin.
Sebelum mengakhiri sambutannya Syafaruddin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya Pj Bupati dan Sekda Buton, ketua TP PKK dan ketua DWP Kabupaten Buton serta semua pihak yang telah hadir dan membantu suksesnya kegiatan kali ini.













