DAERAH

Pj Bupati Buton, Hadiri Syukuran MHA Desa Wabula dan Wasuemba

94
×

Pj Bupati Buton, Hadiri Syukuran MHA Desa Wabula dan Wasuemba

Sebarkan artikel ini
Terlihat Pj Bupati Buton Drs La Ode Mustari, M.Si, saat melakonkan salah satu tarian Pajoge Masyatakat Hukum Adat Wabula.

KAMPURUI.com, BUTON – Penjabat (Pj) Bupati Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. La Ode Mustari, M.Si menghadiri syukuran Masyarakat Hukum Adat (MHA) Desa Wabula dan Wasuemba di rumah adat (Galampa) MHA Wabula, Desa Wabula dan Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, kemarin Kamis (18/1/2024).

Acara syukuran itu dihadiri Amanto kepala toko adat (Parabela) dan Imam (Imamu) MHA Wabula, Parabela dan Imam Desa Wasuemba dan seluruh perangkat MHA Wabula serta perangkat masyarakat hukum adat Desa Wasuemba.

Hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Ledrik Victor Mesak Takaendengan, S.H., M.H, Sekda Buton Asnawi Jamaluddin, S.Pd, M.Si, Unsur Forkopimda dan Kepala OPD Lingkup Pemkab Buton, Forkopicam Wabula, Kepala Desa Wabula, Wasuemba, Kepala Desa Holimombo, Kepala Desa Koholimombono dan Kepala Desa Wasampela.

“Hari ini merupakan puncak kegiatan untuk daerah setempat, dimana Pemkab Buton memfasilitasi kedua masyarakat sehingga tercipta kerukunan antar masyarakat demi persatuan dan kesatuan khususnya Desa Wabula dan Wasuemba. Semoga peristiwa yang lalu menjadi pelajaran untuk kita kedepan,” tegas harap Pj Bupati Buton.

Orang nomor satu di Kabupaten Buton ini juga mengatakan leluhur Buton telah mewariskan tatanan Pemerintahan yang menciptakan damai, tentram, makmur. Maka lahirlah simbol-simbol seperti Sara Patanguna yakni Pomaa-maasiaka, Popia-piara, Pomae-maeka, dan Poangka-angkata.

Oleh karena itu, Pj Bupati mengajak kedua masyarakat Desa tersebut untuk menjaga kedamaian dan ketentraman, persatuan dan kesatuan.

“Jangan ada lagi gesekan-gesekan. Begitu mulianya para leluhur kita membuat semboyan pemersatu. Kita semua bersaudara, bahkan ajaran agama kita pun mengajarkan jika terjadi perselisihan sesamamu, maka damaikanlah,”tegasnya.

Dalam kegiatan syukuran kali ini, dirinya mengajak kita semua kegiatan ini sebagai momentum untuk melupakan kesalahpahaman yang sudah terjadi sejak beberapa puluh tahun yang lalu.

“Alangkah tidak eloknya terjadi kesalahpahaman, dimana Wabula dan Wasuemba merupakan satu rumpun. Untuk itu baik secara pribadi maupun secara kelembagaan, mengajak Masyarakat untuk selalu hidup rukun dan damai,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada syukuran MHA Wabula dan Desa Wasuemba tersebut para Ketua adat melakonkan beberapa tarian adat istiadat yang sering ditampilkan pada saat pesta atau ada tamu undangan seperti Tari Pajoge, Tari Ngibi dan Pencak Silat di depan para tamu undangan yang hadir.