KAMPURUI.com, BUTON – Program ambisius 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementrian Perumahan dan Kawasan Pemukiman disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), pihaknya telah menyusun proposal guna memdukung realisasi program tersebut diwilayahnya.
“Sehubung dengan program Presiden (Prabowo Subianto red), kami sudah menyiapkan proposal untuk kami usulkan Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman,”ujar Kadis Perkim, Nurul Kudus Tako, SE, MT, saat ditemui ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Dalam proposal tersebut, Dinas Perkim mengusulkan pembangunan 2 (dua) unit rumah susun (Rusun) diarea kawasan Perkantoran Bupati, Takawa serta 100 unit rumah khusus dikampung lama Pasarwajo.
“Ada dua usulan kami yaitu rumah susun sewa di Takawa dua unit dan untuk rumah kami fokus dikampung lama Pasarwajo,”tegas Nurul Kudus.
Menurutnya, lanjut Nurul Kudus kampung lama Pasarwajo dipilih sebagai lokasi pembangunan rumah khusus karena lahan seluas 24 hektare sudah tersedia dan telah dipersiapkan sejak tahun 2023 lalu, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Kami fokus dikampung lama Pasarwajo karena kemarin ada program dari Provinsi, Pemda Buton sudah menghibahkan lahan 24 hektare serta sudah dilakukan pematangan sejak tahun 2023 lalu,”tegasnya.
Selain berpartisipasi dalam program 3 juta rumah, Dinas Perkim Buton tetap berkomitmen melanjutkan pembanguan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diwilayahnya. Program perbaikan RTLH ini, telah berjalan bertahun-tahun dengan dukungan pendanaan dari APBN APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Buton itu sendiri.
“Kami memiliki data rumah tidak layak huni yang terintegrasi dalam aplikasi RTLH dan terus kami usulkan melalui sistem aplikasi Sibaru (Sistem Pembangunan Rumah). Usulan ini dilakukan setiap tahun,”ujarnya.
Untuk diketahui, Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, sebelumnya mengumumkan bahwa program pembangunan 3 juta rumah per tahun akan dimulai pada awal 2025. Sebab program ini dirancang guna mengurangi angka Kemiskinan ekstrem dengan menyediakan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.
Adapun rincian target pembangunan mencakup 2 (dua) juta rumah wilayah Pedesaan dan 1 (satu) juta rumah dikawasan Perkotaan.
Dirinya berharap, dengan dukungan berbagai pihak khususnya Pj Bupati dan Sekda Buton, program ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat hak atas tempat tinggal yang layak. (Adm)














