KAMPURUI.com, BUTON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) bekerjasama dengan Asosiasi Mikoriza Republik (AMI – RI) melakukan uji efektigitas fungsi Mikoriza Arbuskula dan pemberian Pupuk Organik Bio-hara terhadap pertunbuhan jeruk keprok Siompu skala lapangan di Kabupaten Buton.
Kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis 70 bibit jeruk Keprok Siompu kepada para Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Wabula, beberapa hari yang lalu.
Pj Bupati Buton La Ode Mustari, selaku pimpinan daerah menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya penyelamatan jeruk Keprok Siompu dan ancaman kepunahan.

“Menurut hemat kami kegiatan ini sangat strategis ditengah kekhawatiran kita semua atas ancaman kepunahan jeruk siompu di Kabupaten Buton,”pungkasnya.
Seperti diketahui bersama, lanjutnya, jeruk siompu merupakan jenis tanaman holtikultura unggan Nasional yang pernah di nobatkan sebagai jeruk termanis di Indonesia, namun produksinya akhir-akhir ini mengalami penurunan yang sangat signifikan.
“Oleh karena itu, upaya penyelamatan dengan program penanaman bibit jeruk yang berkualitas terutama yang di bekali dengan pupuk hayati mokoriza diluar pulau Siompu khususnya di Kabupaten Buton perlu dilakukan,”tuturnya.

Hal ini didukung dengan hasil studi yang dilakukan tim peneliti dari AM yang di danai Pemkab Buton tahun 2023 menyimpulkan bahwa bibit mikoriza mekiliki performa pertumbuhan lebih baik dibanding bibit bibit tidak bermikoriza. Terlebih juga hal ini sejalan dengan program Nasional Kementrian Pertanian RI terkait penyelamatan sumber daya genetik lokal dan pengembangan tanaman pangan yang prospek dan bernilai ekokomi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum AMI – RI Prof Husna, mengungkap kegiatan ini terlksana atas kerjasama Balitbang Buton dan AMI – RI.
“Kita patut bersyukur karena kita dikaruniai tanaman jeruk Siompu, karena jeruk ini sudah di nobatkan menjadi jenis jeruk termanis di Indonesia oleh Kementrian Pertanian RI,”ungkapnya.

Dirinya mengatakan 10 sampai 20 tahun terakhir jeruk Siompu terus mengalami penurunan, dimana hal ini dibuktikan dari hasil riset yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil riset kami pada tahun 2022 yang lalu, ternyata masalah utama yang dihadapi petani jeruk Siompu adalah banyaknya pohon jeruk yang diserang hama dan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang sampai saat ini belum ada obatnya di Indonesia,”jelasnya.
Ia menambahkan ada upaya pengembangan skala besar jeruk Siompu diluar Pulau Siompu hingga diluar Pulau Buton.
“Pada tahun 2023 lalu, akhirnya kita coba tanam jeruk Siompu di Mawasangka, Buton Tengah, sebanyak 300 bibit jeruk yang dibekali dengan pupuk hayati mikorizan sebagai upaya menyelamatkan bibit jeruk Siompu dari Kepunahan,”imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Balitbang Buton Wa Ode Sitti Raymuna, mengatakan penelitian dengan penerapan inovasi atau teknologi ramah lingkungan berupa pupuk hayati mikoriza pada sektor Pertanian skala luas telah lama dilakukan.
“Berbagai riset internasional maupun nasional termaksud riset yang dilakukan oleh AMI bersama peneliti membuktikan bahwa aplikasi hayati pupuk mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan bibit jeruk baik pada skala persemaian maupun dilapangan,”bebernya.
Pihaknya berharap bahwa bibit yang telah di bekali pupuk hayati mikoriza dapat di uji coba pada skala lapangan khususnya di Kabupaten Buton.
“Harapan kami output dari riset adalah terbangunnya pilot penanaman jeruk berbasis mikoriza di Kabupaten Buton terselamatkan material jeruk Siompu dari Kepunahan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buton,”ungkapnya.
Selanjutnya aksi penanaman 250 pohon bertempat dihalaman kantor BPP Kecamatan Wabula oleh Pj Bupati, Sekda Buton, Ketua AMI – RI dan tim peneliti. Direktur Bank Sultra, Kabupaten Buton dan para pimpinan OPD lingkup Pemda Buton serta Camat dan Kepala Desa se Kecamatan Wabula.
Usai melakukan aksi penanaman jeruk siompu Pj Bupati Buton dihadapan para awak media menyampaikan hatapannya semoga jangan hanya komoditas jeruk melainkan juga komoditas-komoditas unggulan lainnya yang ada di Buton ini bisa terselamatkan dari ambang kepunahan misalnya kopi Kaongke-ongkea, apa sejenis umbi-umbian dan lainnya.
“Namun yang menjadi perhatian saat ini adalah penanaman jeruk Siompu. Dimana Pemda tidak memiliki tanah berhektar-hektar untuk ditanami jeruk Siompu, jadi saya berharap Camat dan Kades bisa mengiventarisasi tanah-tanah masyarakat untuk bisa ditanami jeruk Siompu,”Pungkasnya. (Adm)












